Menuju Generasi Emas 2045 Bebas Stunting
Indonesia sedang menghadapi tantangan besar dalam mengurangi prevalensi stunting pada anak di bawah usia dua tahun. Stunting, yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan, berdampak serius terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak. Data dari Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) 2019 menunjukkan bahwa angka stunting mencapai 27,67 persen, melebihi batas maksimal 20 persen yang ditetapkan oleh WHO. Stunting tidak hanya menjadi masalah kesehatan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Sebanyak 54 persen angkatan kerja saat ini adalah penyintas stunting, yang menyebabkan penurunan produktivitas dan keterampilan kerja di masa dewasa, berpotensi merugikan pertumbuhan ekonomi nasional.
Di tingkat lokal, Kabupaten Garut mengungkapkan tantangan kompleks dalam menangani stunting, meskipun upaya-upaya yang telah dilakukan. Kabupaten ini, dengan populasi yang terbagi antara daerah perkotaan dan pedesaan, menghadapi tingkat stunting yang masih tinggi. Ketimpangan akses terhadap layanan kesehatan antara wilayah pedalaman dan perkotaan menjadi salah satu hambatan utama, sementara faktor sosial dan budaya seperti pola asuh dan kebiasaan makan yang belum optimal juga berperan signifikan.
Untuk membahas lebih lanjut dari sisi ekonomi, sosial dan spasial, Magister Ekonomi Terapan FEB Unpad mengundang Bapak dan Ibu untuk mengikuti webinar yang diselenggarakan pada:
Tanggal : 25 JULI 2024
Pukul : 08.00 – 12.00 WIB
Meeting ID : 950 6789 8630
Passcode : 123456
https://bit.ly/MET-WebinarStunting

